Tentang Teman

12 Oct

Mau sedikit cerita ni, cerita tentang teman.
kamu pasti tau dong apa itu teman? Pasti dong ya, siapa sih yang ngga tau sebuah kata yang bertuliskan “TEMAN”. Kata yang ngga pernah asing bagi kita . Semua orang ngelakuin hal yang namanya berteman, termasuk aku sendiri bahkan sejak kecil sampai sekarang yang namanya berteman itu ngga luput dari kehidupan sehari hari. Tapi yang aku sesalin, kenapa sampai detik ini aku belum tau betul apa makna dari sebuah pertemanan itu sendiri. Bego banget ya? Hahha hahha
Hari ini aku belajar sebuah hal yang berharga. iya, sangat berharga . Karena dengan kejadian hari ini aku bisa tau siapa sebenarnya orang orang yang berada di sekeliling aku selama ini. Tepatnya teman teman aku sendiri. Hari ini aku tau siapa mereka sebenarnya, peran apa yang dimainkan selama ini di balik topeng mereka, hari ini aku tau semuanya.
rasanya sih ngga tau bilang, perasaan campur aduk bergejolak di pikiran. Sampai sampai otak harus memerintah untuk membuka bendungan air mata ini. yah aku rasa itu bukan perintah yang salah, karna hal terbaik saat ini adalah membiarkan air mata itu mengalir untuk mendapatkan sedikit perasaan lega. Walaupun sedikit, tapi itu cukup buat aku untuk menerima kenyataan bahwa itulah kawan kawan aku yang sebenarnya. Itulah orang orang terdekat selama ini yang sudah aku anggap lebih dari orang lain. Tapi ternyata sekarang….. ah ya sudahlah.

Dear teman aku yang baik hatinya 
Bukan maksud untuk menyalahkan kalian atau bilang ‘akulah yang paling benar’, tapi sekedar mau ngasih tau bagaimana cara memperlakukan seseorang yang mungkin masih kalian anggap teman, iya teman kalian. Kita tau setiap dari kita punya sifat dan kepribadian yang berbeda-beda. Baik buruknya itu masing masing dari kita punya, tapi yang aku kecewa kenapa harus memperlakukan seseorang yang kalian anggap dimata kalian salah padahal belum tentu salah dengan sedemikian hinanya. Apa kalian sudah yakin 100% dengan cerita si mulut manis yang membalikkan fakta? Aku ngga habis fikir aja kenapa bisa dengan kesalahan yang ngga disengaja begitu bisa membuat masalah serunyam ini . hal yang sangat sepele lagi.
Sekarang akibat dari kesalahpahaman itu, perlakuan yang aku terima adalah dicuekin, didiemin, dianggap ngga ada, ngga berguna, semua serba salah. Menurut kalian itu menyenangkan? Apa ngga pernah berfikir bagaimana persaan kalau kalian yang dibuat begitu? Sakit ngga? Sedih ngga? Kalian ngga pernah mikir! Karena kalau tidak, ngga bakalan ada perlakuan yang setega itu. Salah aku apa sih sama kalian? Kok bisa segitunya kalian marahnya tanpa ada alasan yang jelas. Apa ngga bisa diomongin secara baik-baik? Kita berteman bukan sebentar lho, tapi dengan masalah ini kita sudah seperti orang yang ngga pernah kenal.

Aku sudah ngga tahan lagi. karna perlakuan kalian dada ini sesak, hati ini penuh dengan tekanan, air mata mengalir tanpa permisi tanpa ada seorangpun yang tau, aku sudah lelah dengan senyum palsu ini, sudah lelah dengan usaha untuk membangkitkan suasana yang kaku dengan gelak tawa yang tidak diinginkan, lelah dengan sikap yang tegar padahal menangis di dalam hati, aku sudah sangat lelah. Cobalah sedikit mengerti karna ini menyakitkan, kalian tau?
Kalaupun kalian tidak mau mengerti atau peduli, itu sih terserah kalian. Akupun sudah siap terima resiko untuk ke depannya, untuk menganggap kalian benar benar seperti orang yang tidak pernah aku kenal. Aku sadar ini salah, tapi ini keputusan yang aku ambil ketika hati ini ngga kuat lagi menahan sakit dari perlakuan itu. Sekarang bagaimanapun buruknya aku dimata kalian, AKU BENAR BENAR NGGA PEDULI LAGI. WHATEVER!!

Untuk saat ini kuncinya adalah bersabar, Tuhan tau kok setiap kejadian yang menimpa umatnya, setiap air mata yang mengalir, setiap hati yang menjerit, setiap kesakitan yang dirasakan. Tuhan tau segalanya, intinya tetap tegar dan tawakal. Serahkan semuanya kepada yang berhak mengurusi, karna setiap perbuatan itu pasti ada balasannya, baik buruknya itu. man shabara zhafira.

Jujur saja walaupun nantinya akan jadi siapa atau bagaimana kalian, dalam hati tetap tergores bahwa kalian pernah menjadi salah satu alasan kenapa saya bisa tersenyum atau tertawa lepas. ‘AKU’ dengan rasa bersalah dan meminta maaf yang sedalamnya tanpa perduli siapa yang benar dan yang salah.

Teman mu.

921cb706-c1d0-4ec6-b64e-0b2666600ecc

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: